FAKTAHUKUMNEWS, Jakarta – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pancasila sekaligus ahli pertanahan nasional, Prof. Dr. B. F. Sihombing, menilai persoalan banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga akibat ditinggalkannya kearifan lokal serta lemahnya kebijakan pengelolaan lingkungan.
Menurut Prof. Sihombing, salah satu faktor yang jarang dibahas adalah berkurangnya peran ahli pawang hujan. Ia mengungkapkan, pada abad ke-20 Indonesia masih memiliki banyak ahli pawang hujan yang berfungsi mengendalikan curah hujan secara tradisional, khususnya saat terjadi kondisi cuaca ekstrem.
“Dulu, di abad 20, masih banyak ahli pawang hujan. Sekarang hampir hilang. Padahal ini bagian dari kearifan lokal yang seharusnya dihidupkan kembali melalui pendidikan khusus agar dapat membantu memperkecil curah hujan di daerah rawan banjir,” ujar Prof. Sihombing, Minggu (28/12/2025)
Selain itu, ia menekankan pentingnya penghentian penebangan pohon, khususnya di musim penghujan, karena berdampak langsung pada daya serap air tanah. Prof. Sihombing juga secara tegas meminta agar kegiatan reklamasi dihentikan, karena dinilai memperparah risiko banjir dan merusak keseimbangan ekosistem.
Sebagai solusi struktural, Prof. Sihombing menyarankan pemerintah untuk meninggikan tanggul di sungai-sungai yang kerap terdampak banjir, serta membangun penampungan air di wilayah rawan genangan.
Ia mencontohkan kebijakan penanganan banjir di era Gubernur DKI Jakarta ke-11, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, yang fokus pada peninggian tembok tanggul dan pelebaran kali, terutama di daerah dataran rendah.
“Kebijakan seperti meninggikan tanggul, memperlebar kali, dan membangun sistem penampungan air terbukti efektif. Ini perlu diterapkan kembali secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya.
Prof. Sihombing berharap pemerintah pusat dan daerah tidak lagi menunda langkah konkret, serta berani menggabungkan pendekatan modern dengan kearifan lokal demi menekan dampak banjir yang terus merugikan masyarakat luas.


















Komentar