FaktaHukumNews, KotaTangerang – Acara perduli anak yatim yang ke-17 bersama Ketua Umum Pimpinan Tingkat Perusahaan Serikat Buruh Garment Textile dan Sepatu (SBGTS), Dody Khasworo di PT. Panarub Industry, Kota Tangerang, pada Sabtu (21/06/25).
Di kesempatan tersebut Dody Khasworo menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini dilakukan 4 bulan sekali dan telah dilakukan dari 7 tahun lalu dengan sumber dana di peroleh dari sumbangan karyawan.
“Kegiatan Santunan ini dilakukan 4 bulan sekali dan sudah dilakukan sejak 7 tahun lalu, dengan sumber dana di peroleh dari sumbangan karyawan dan karyawati PT. Panarub Industry tanpa ada donatur dari luar, baik partai maupun elemen pemerintah,” bebernya.
“Jadi murni dari kita untuk kita, harapannya acara ini akan selalu berjalan agar kita terus dapat membantu anak-anak kita, semua ini dilakukan atas dasar keperdulian dan untuk kebaikan,” jelas Dody.
“Kita juga mendoakan agar PT. Panarub Industry tetap berjaya dan diberikan kesuksesan serta kelancaran karena kita semua bernaung hidup dan bekerja disini untuk menafkahi keluarga kita dan sudah sepantasnya kita mendukung pabrik Panarub ini,” ungkapnya.
Gelaran santunan yatim ini di hadiri kurang lebih 250 orang terdiri dari berbagai elemen, baik dari perwakilan manajemen pabrik, Polsek Karawaci, Disnaker dan temen-teman serikat buruh SGBTS serta warga lingkungan sekitar pabrik.
Acara dimeriahkan hadroh dari Majelis Rasullullah Tangerang Raya, ada juga Dongeng anak oleh kak Heru juga hadir anak dari Rumah Yatim Mandiri yang memberikan dorongan serta motivasi kepada anak yatim agar selalu semangat untuk mempunyai masa depan yang lebih baik.
Sebagai Penceramah, Ustad Ahmad Alawy S.AG yang biasa disebut KI Jaka Petir memberikan pencerahan dan tuntunan dengan mengajarkan kebaikan.
Terpancar kegembiraan dari team panitia SBGTS, turut serta berbagi kebahagiaan di acara perduli anak yatim yang ke-17 dan semua kegiatan berjalan lancar tanpa kendala.
“Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir, kami atas nama panitia mohon maaf jika di dalam kegiatan ini ada hal yang kurang berkenan sebagaimana kata peribahasa “tak ada gading yang tak retak” maka atas nama panitia sekali lagi kami ucapkan “mohon maaf,” ungkap salah satu perwakilan menyampaikan pada media.
Acara penutup dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan hiburan.

















Komentar