oleh

Satgas Tapem Karawaci Sisir 16 Kelurahan, Amankan Jalur Drainase di Jalan Imam Bonjol

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Kunjungan Satuan Tugas Tata Pemerintahan (Satgas Tapem) Kecamatan Karawaci membawa misi penting: “Memastikan saluran air di sepanjang Jalan Imam Bonjol dan sekitarnya kembali berfungsi optimal.”

Hanapi selaku Ketua Tim memaparkan bahwa kegiatan rutin di bawah terik matahari, aroma tanah basah serta tumpukan sedimen menyambut kehadiran Tim dalam tugas di Gang Keramat 1, RT 003 RW 002, Kelurahan Karawaci, Kota Tangerang pada Senin, (20/4/2026).

banner 336x280

Kehadiran kami bukan sekadar kunjungan formalitas dan langkah krusial bersama Tim Satgas demi menjaga keutuhan struktur jalan yang kerap terancam genangan air.

Ditegaskan Hanapi bahwa, kegiatan ini tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi menyisir 16 kelurahan di seluruh wilayah Karawaci. Baginya, optimalisasi drainase adalah harga mati untuk kenyamanan warga.

“Kegiatan ini kami lakukan di 16 kelurahan wilayah Kecamatan Karawaci. Ini merupakan langkah preventif agar sistem drainase berfungsi optimal. Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran,” ujar Hanapi sambil menunggu para bentor pengangkut sampah, Senin (20/4/2026).

Aksi dipicu oleh instruksi tegas Hanapi yang tidak mentoleransi adanya sisa sumbatan di sudut-sudut sempit drainase.

Kehadiran koordinator di lapangan menghadapi debu dan lumpur menjadi penyemangat bagi para petugas. Mereka terjun langsung ke dalam parit, menyisir setiap jengkal saluran yang selama ini tersembunyi dari pandangan, namun menyimpan potensi bencana saat hujan tiba.

Tantangan di lokasi cukup berat, karena adanya tumpukan sampah domestik bercampur dahan pohon dan sedimentasi lumpur yang sudah mengeras.

Dengan peralatan lengkap, petugas bahu-membahu mengevakuasi seluruh material yang jadi penghambat tersebut.

“Evakuasi lumpur tebal ini penting, sebab akumulasi limbah organik dan an-organik inilah yang menjadi penyebab utama meluapnya air hingga menggenangi akses publik,” terangnya.

“Pembersihan fisik hanyalah separuh perjuangan,” imbuhnya.

Di sela kesibukan mengangkat lumpur, Tim Tapem menyempatkan berdialog dengan tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi persuasif dilakukan untuk mengajak warga lebih peduli terhadap selokan di depan rumah mereka. Sebab, secanggih apa pun sistem drainase, akan lumpuh jika terus dihujani sampah.

Komitmen Kecamatan Karawaci ini menjadi rutinitas yang terus bergulir secara berkala. Pemetaan terhadap titik-titik rawan sumbatan telah dikantongi, dan tim akan terus melakukan penyisiran. Tujuannya jelas: menghapus stigma banjir yang menghantui dan menggantinya dengan lingkungan yang bersih serta nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pesan yang disampaikan sangat kuat, bahwa keamanan lingkungan bukan hanya beban petugas, melainkan hasil dari kedisiplinan kolektif. Melalui sinergi antara kerja keras pemerintah dan kesadaran warga, Karawaci optimistis mampu meminimalkan risiko genangan di masa depan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *