Singkawang, Faktahukumnews.com – Klenteng Dharma Suci Mulia atau lebih dikenal sebagai Klenteng Naga, merupakan salah satu rumah ibadah Tridharma paling ikonik di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Bangunan yang berdiri megah di kaki Gunung Passi, Kecamatan Singkawang Selatan ini tak hanya menjadi tempat ibadah umat Tionghoa, namun juga destinasi wisata budaya yang sarat nilai toleransi.
Klenteng tersebut juga dikenal dengan sebutan Klenteng Surga-Neraka atau Thai Pak Kung, dan menjadi bagian penting dari identitas Singkawang sebagai kota multietnis dengan julukan “Kota Seribu Klenteng.”
Bangunan klenteng didominasi warna merah dan emas, dengan ornamen khas berupa patung naga dan relief dewa-dewi dari ajaran Taoisme.
Arsitektur ini menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi umat yang beribadah maupun wisatawan yang datang untuk menikmati nuansa budaya.
Tradisi Buka Mata dan Pembakaran Naga
Salah satu momen paling dinanti masyarakat adalah ritual “buka mata naga” yang rutin dilaksanakan saat perayaan Cap Go Meh.
Dalam prosesi tersebut, replika naga yang digunakan dalam atraksi diisi energi spiritual melalui doa, sebagai simbol “penghidupan.”
Usai pawai, naga dibakar dalam prosesi penutupan sebagai lambang pelepasan kembali ke langit.
Ritual ini tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga mengandung makna spiritual mendalam bagi masyarakat Tionghoa di Singkawang.
Ribuan pengunjung lokal dan mancanegara hadir setiap tahun untuk menyaksikan langsung rangkaian perayaan Cap Go Meh yang meriah namun sakral.
Harmoni Keberagaman
Meskipun berakar dari tradisi Tionghoa, klenteng ini terbuka untuk umum dan sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai latar belakang.
Hal ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Singkawang selama bertahun-tahun.
Kehadiran klenteng-klenteng di wilayah ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat hidup berdampingan dengan nilai-nilai kebangsaan dan hukum kebebasan beragama di Indonesia.
Akses dan Informasi
Klenteng Dharma Suci Mulia berlokasi di Jalan Raya Kulor, sekitar 12 kilometer dari pusat kota Singkawang. Akses menuju lokasi cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Tidak dipungut biaya masuk bagi pengunjung, namun pihak pengelola mengimbau agar seluruh pengunjung menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesopanan di area ibadah.
Simbol Budaya dan Toleransi
Redaksi FaktaHukumNews mencatat, bahwa Klenteng Naga tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai representasi penting dari upaya pelestarian budaya, pendidikan spiritual, serta harmonisasi masyarakat lintas agama dan etnis.
Di tengah tantangan keberagaman yang ada, warisan budaya seperti ini layak mendapatkan perhatian lebih sebagai aset bangsa yang memperkaya jati diri Indonesia.
Redaksi Faktahukumnews
📞 0838-9164-8277 | 🌐 www.faktahukumnews.com
📍 Jl. Raya Mauk, Kp. Sulang, Sepatan, Kab. Tangerang, Banten
✉️ Email: faktahukumnews@gmail.com
Legalitas: PT. Fakta Multimedia Grup
Korwil Kalbar : Taqwim S .

















Komentar