oleh

Kekerasan Usai Liga AAFI di Tangerang, Dua Pemain Aroempo Jadi Korban

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Kabupaten Tangerang – Insiden kekerasan yang terjadi usai Liga Futsal AAFI Tangerang 2 di GOR Raihan Islamic Village, Kelapa Dua, Minggu (10/5/2026), berbuntut panjang. Orang tua korban resmi melaporkan kasus ini ke Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan LP/B/1402/V/2026 pada 11 Mei 2026 atas dugaan tindak pidana perlindungan anak.

Laporan itu dibuat karena orang tua menilai tidak ada itikad baik maupun empati dari pihak terduga pelaku.

banner 336x280

Saat dikonfirmasi Faktahukumnews melalui WhatsApp, salah satu orang tua korban yang enggan disebut namanya menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, pemicu masalah adalah sikap arogan istri manajer Banteng Hitam yang dinilai menyepelekan persoalan.

“Kami sebagai orang tua sebenarnya sangat menyayangkan kenapa sampai terjadi pemukulan seperti ini. Awalnya kami masih mencoba menahan diri dan bahkan sudah memaafkan karena kasihan kepada mereka,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Di hari yang sama, pelatih sekaligus manajemen Aroempo Futsal, Bram Adimas Prakoso, juga menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan dunia olahraga seharusnya menjadi tempat membangun sportivitas dan karakter positif bagi pemain muda.

“Kami sangat prihatin. Anak-anak datang untuk bertanding dan belajar sportivitas, bukan untuk menjadi korban kekerasan. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pemain. Setelah kejadian, kami langsung menghubungi orang tua masing-masing korban agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Bram didampingi Pembina Aroempo Futsal, Dedy Rahman.

Bram berharap kejadian serupa tidak terulang di kompetisi futsal usia muda karena bisa berdampak pada mental dan tumbuh kembang anak.

Berdasarkan keterangannya, dua pemain remaja Aroempo Futsal berinisial SRZP (14) dan ST (15) diduga dipukul oleh pemain Banteng Hitam Futsal Academy di area parkiran usai pertandingan. Akibat pengeroyokan itu, keduanya mengalami luka memar serius di wajah, pelipis mata, dan siku.

Kejadian bermula saat SRZP dihadang secara tiba-tiba. ST yang mencoba melerai justru ikut menjadi sasaran kekerasan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan maupun klarifikasi dari pihak terduga pelaku.

Redaksi membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi agar pemberitaan menjadi berimbang, faktual dan akurat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *