oleh

Tangis Keluarga Pecah, Pelajar Asal Kedaung Barat Ditemukan Tewas di Muara Kaliadem

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang — Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang pelajar asal Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, yang ditemukan tewas di kawasan muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kamis (9/4/2026).

Korban berinisial NAW (16) ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi mengenakan seragam sekolah. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

banner 336x280

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka di bagian dada sebelah kanan serta tangan kanan korban. Tak jauh dari lokasi, sepeda motor yang diduga milik korban ditemukan dalam kondisi terkunci stang di area pemakaman.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.

“Kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” ujarnya.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum, sementara polisi masih terus mendalami kasus ini dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban.

Korban sebelumnya diketahui telah tiga hari tidak pulang ke rumah, membuat keluarga diliputi kecemasan. Harapan untuk menemukan sang anak dalam keadaan selamat sirna ketika keluarga justru menerima kabar mengejutkan.

Informasi awal mengenai keberadaan sepeda motor korban di sebuah area pemakaman sempat menjadi petunjuk. Namun saat keluarga mendatangi lokasi tersebut, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa sepeda motor itu berkaitan dengan dugaan kasus pembunuhan.

Orang tua korban sempat tidak percaya saat mendengar kabar tersebut. Rasa kehilangan yang mendalam membuat keluarga hingga kini masih dalam kondisi syok.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini agar anak kami mendapatkan keadilan,” ujar Herman, perwakilan keluarga, dengan suara bergetar.

Suasana duka semakin terasa ketika satu per satu teman sekolah korban datang ke rumah duka. Tangis dan rasa tidak percaya menyelimuti mereka.

“Saya tidak percaya teman kami menjadi korban pembunuhan. Dia orangnya baik,” ucap salah satu teman korban dengan penuh kesedihan.

Di balik peristiwa ini, tersisa luka mendalam bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Harapan kini tertuju pada aparat kepolisian untuk mengungkap kebenaran dan menghadirkan keadilan bagi korban.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *