oleh

Kali Sipon Kian Memprihatinkan, Warga Kampung Kelor Pertanyakan Perhatian Pemerintah Desa

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Kondisi Sungai Kali Sipon yang melintasi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan.

Sungai ini menghubungkan Desa Lebak Wangi, Kedaung Barat, Kampung Kelor, Pondok Kelor hingga bermuara ke Laut Utara itu kini dipenuhi tumpukan sampah, lumpur, dan tanaman liar yang menutupi aliran air.

banner 336x280

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi terparah terlihat di wilayah Desa Kampung Kelor. Air sungai tampak menghitam, mengeluarkan bau menyengat, dan nyaris tidak mengalir akibat sedimentasi lumpur yang cukup tebal serta tumpukan sampah rumah tangga yang menumpuk di berbagai titik.

Ironisnya, sebagian warga masih memanfaatkan air sungai tersebut untuk mencuci pakaian dan kebutuhan lainnya. Mereka mengaku terpaksa menggunakan air sungai karena keterbatasan sarana yang tersedia.

“Kami tahu airnya kotor, hitam dan bau. Tapi mau bagaimana lagi, terkadang kami terpaksa menggunakannya untuk mencuci karena tidak ada pilihan lain,” ujar salah seorang warga. Minggu (01/6/2026)

Warga lainnya mengungkapkan bahwa kondisi Kali Sipon telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang signifikan. Mereka khawatir pencemaran sungai dapat memicu berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Seorang tokoh agama setempat juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Kali Sipon yang dinilai semakin memburuk dari tahun ke tahun.

“Sudah bertahun-tahun kondisi Kali Sipon seperti ini dan belum terlihat adanya perhatian serius. Sampah menumpuk, air menghitam dan berbau, lumpur semakin tebal, serta rumput liar meninggi hingga menutupi aliran sungai. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan semakin besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Desa Kampung Kelor, Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur, Pemerintah Kabupaten Tangerang serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret melalui program normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah, dan penataan bantaran sungai agar fungsi Kali Sipon dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Warga menilai penanganan Kali Sipon tidak bisa lagi ditunda mengingat sungai tersebut merupakan saluran penting yang menghubungkan beberapa wilayah dan berperan dalam sistem drainase lingkungan. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko banjir saat musim hujan tiba.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *