oleh

Tanah Longsor di Dusun Kalipada Pamulihan, Warga Diminta Waspada Ancaman Susulan

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Cilacap – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap yang terjadi pada Rabu (11/2/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pemukiman dan mengancam puluhan jiwa di wilayah lereng perbukitan tersebut.

banner 336x280

Berdasarkan laporan hasil peninjauan lapangan oleh BPBD Kabupaten Cilacap bersama DPRD Kabupaten Cilacap, bencana ini dipicu oleh kondisi tanah yang gembur serta sistem drainase yang kurang optimal. Meski sebelumnya telah dipasang bronjong kawat sebagai penahan tebing, ekstremnya kemiringan lereng membuat struktur tersebut tak kuasa menahan pergerakan tanah.

Dampak kerusakan dan ancaman susulan tercatat sedikitnya 6 rumah warga yang dihuni oleh 25 jiwa terdampak langsung oleh material longsor.

Selain itu, terdapat 5 rumah warga lainnya dan satu pabrik penggilingan padi yang kini berada dalam posisi terancam. Kerugian materil akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta.

Kondisi semakin mengkhawatirkan dengan ditemukannya retakan tanah (mahkota longsor) sepanjang 300 meter dengan lebar 7 centimeter dan penurunan tanah mencapai 50 centimeter.

Tak hanya pemukiman, akses jalan desa di blok Dajid juga mengalami keretakan sepanjang 20 meter, serta 3 hektar persawahan produktif dipastikan gagal panen akibat terendam banjir.

Langkah darurat dan penanganan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap bersama jajaran Forkopincam Karangpucung telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan koordinasi penanganan.

“Kami menghimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras turun. Evakuasi mandiri harus segera dilakukan jika situasi memburuk. Kami juga meminta warga untuk mulai mengamankan barang berharga dalam satu wadah agar mudah dibawa saat darurat,” ujar pihak berwenang di lokasi.

Saat ini, posko bencana dan dapur umum telah didirikan untuk menyuplai kebutuhan pengungsi. Meski sebagian warga telah bergotong royong menutup retakan tanah untuk mencegah masuknya air hujan, rasa cemas masih menyelimuti masyarakat setempat.

Kebutuhan Mendesak Pemerintah desa dan relawan saat ini masih membutuhkan tambahan bantuan logistik berupa permakanan, family kit, serta perlengkapan tidur seperti kasur, matras, dan selimut untuk para penyintas. Sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Sosial hingga TNI/Polri, terus bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi geologi di lapangan.

Koresponden: Eko/BPBD Majenang

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *