FAKTAHUKUMNEWS, Jakarta – Aktivitas erupsi vulkanik Gunung Krakatau dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap perekonomian masyarakat. Setidaknya terdapat dua sektor utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah, yakni mata pencaharian nelayan serta kelancaran transportasi darat, laut, dan udara.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. B. F. Sihombing, S.H., M.H., Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pancasila, terkait dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi dialami masyarakat akibat aktivitas vulkanik.
Menurut Prof. Sihombing, nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak. Kondisi alam dan aktivitas vulkanik dapat menyebabkan ketidakpastian dalam mencari nafkah.
“Pemerintah Daerah perlu memberikan perhatian dan bantuan kepada para nelayan serta masyarakat pesisir yang mengalami kesulitan mencari nafkah akibat dampak erupsi vulkanik,” ujarnya. Selasa (8/9/2026)
Selain itu, Prof. Sihombing juga menyoroti dampak terhadap transportasi. Gangguan penerbangan, penutupan maupun perubahan operasional bandara dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang telah membeli tiket perjalanan.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dalam maupun luar negeri dapat mengalami keterlambatan dan biaya tambahan karena harus mencari jalur atau bandara alternatif yang aman.
Menurutnya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersama instansi terkait harus menyediakan informasi yang jelas, cepat, dan akurat kepada masyarakat mengenai perkembangan aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap transportasi.
“Jangan sampai masyarakat menunggu tanpa kepastian. Negara harus hadir memberikan perlindungan, informasi yang akurat, serta solusi bagi masyarakat yang terdampak,” tegas Prof. Sihombing.


















Komentar