oleh

Permukiman Warga Nyaris Terancam, 133 Personel Gabungan Berhasil Lokalisir Kebakaran Pabrik di Cipondoh

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Kebakaran yang melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan Melati Raya, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga Senin (22/6/2026) siang masih dalam tahap penanganan intensif oleh petugas gabungan.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sejak Minggu malam (21/6/2026) sekitar pukul 22.45 WIB tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga akibat kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi di sekitar lokasi kejadian.

banner 336x280

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi Pemerintah Kota Tangerang (TangerangKota.go.id), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan kekuatan besar untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan permukiman warga.

Sebanyak 19 unit armada pemadam kebakaran dan 133 personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan bahwa titik terparah kebakaran berada di bagian belakang pabrik yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan api tidak merambat ke rumah penduduk.

“Alhamdulillah hingga saat ini permukiman warga masih dalam kondisi aman dan berhasil dilokalisir,” ujar Mahdiar.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Material yang terbakar diketahui terdiri dari tumpukan sandal jadi, bahan baku karet padat, serta cairan kimia penunjang produksi yang mudah terbakar.

Terdapat tiga area utama yang menjadi fokus penanganan karena karakteristik material tersebut membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali menyala.

Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas juga menggunakan campuran teepol guna menghasilkan busa yang lebih efektif dalam mengikat api pada material berbahan karet.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *