FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Kobong Assyifa adalah Yayasan Rehabilitasi Lahir Batin terakreditasi B, sebuah pondok rehabilitasi sosial napza yang dijadikan sebagai pusat pemulihan beralamat di Cipondoh, Kota Tangerang.
Dijelaskan Rusdi selaku Ketua Yayasan bahwa Kobong Assyifa rencananya untuk terus memantapkan posisinya sebagai pusat pemulihan yang unik di Kota Tangerang.
Berbeda dengan pusat rehabilitasi medis pada umumnya, yayasan ini menitikberatkan seluruh proses penyembuhan warga binaannya pada pendekatan spiritual yang mendalam.
“Kami berfokus pada pembinaan mental dan perubahan perilaku melalui kedekatan dengan Sang Pencipta,” terang Rusdi. Sabtu (07/03/2026).
Di bawah bimbingan para pengurus, aktivitas harian di yayasan ini dirancang agar warga binaan selalu terhubung dengan kegiatan keagamaan. Pendekatan ini diyakini sebagai kunci utama untuk memperbaiki kondisi batiniah yang sempat rusak, sehingga pemulihan fisik berjalan beriringan dengan ketenangan jiwa.
Para pengurus berkomitmen bahwa setiap langkah rehabilitasi harus didasari oleh kesabaran dan bimbingan yang konsisten demi hasil yang maksimal.
Salah satu rutinitas yang paling krusial adalah pelaksanaan mandi taubat, yang menurut Rusdi merupakan simbol penyucian diri. Ritual ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan pernyataan sikap dari warga binaan untuk benar-benar meninggalkan masa lalu yang kelam.
“Melalui mandi taubat, para binaan diajak untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebagai langkah awal memperbaiki kehidupan mereka,” tambahnya dengan nada optimis.
Selain itu, disiplin ibadah ditingkatkan melalui pelaksanaan salat malam secara istiqamah. Dalam keheningan malam, para warga binaan diajak untuk bersimpuh dan memohon ampunan, sebuah momen yang dianggap sangat efektif untuk memperkuat tekad mental.
Suasana khusyuk ini diharapkan mampu membentengi mereka agar tidak goyah saat nantinya harus kembali menghadapi tantangan nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan zikir berjamaah juga rutin dilaksanakan untuk membangun energi positif secara kolektif di lingkungan yayasan. Lantunan doa yang dilakukan bersama-sama bertujuan untuk menenangkan hati yang gelisah sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual yang tinggi.
Diharapkan melalui zikir ini, rasa persaudaraan antar warga binaan semakin kuat, menciptakan ekosistem pendukung yang saling menguatkan dalam proses pemulihan.
Mengenai rencana kedepan, Rusdi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih berfokus pada penguatan program pembinaan rutin harian tanpa agenda besar dalam waktu dekat.
Fokus ini diambil agar kualitas pendampingan spiritual tetap terjaga dan menyentuh setiap individu secara personal. Pengelola yayasan berharap komitmen ini dapat terus memberikan dampak besar bagi perubahan perilaku warga binaan secara permanen.
Transformasi positif ini pun menuai apresiasi luas, terutama dari keluarga warga binaan yang merasakan perubahan nyata. Salah satu ungkapan syukur datang dari Ibu H, yang merasa sangat terbantu dengan bimbingan ustadz di yayasan tersebut.
“Barakallah, terima kasih ya Pak Ustadz atas segala yang telah dilakukan untuk anak saya. Hanya Allah SWT yang bisa membalas semua kebaikan ini,” pungkasnya penuh syukur.












Komentar