FAKTAHUKUMNEWS, Bangka – Warga nelayan di Kabupaten Sungai Liat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan aksi untuk meminta pihak berwenang menertibkan ponton TI Rajuk yang beroperasi di mulut Muara Air Kantung.
Aksi ini dilakukan dengan mendatangi lokasi ponton-ponton tersebut, yang terletak di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka pada Rabu, (20/8/2025).
Puluhan unit ponton TI Rajuk terlihat beroperasi di area mulut muara Air Kantung, yang merupakan jalur penting bagi nelayan setempat untuk keluar masuk melakukan aktivitas penangkapan ikan. Keberadaan ponton-ponton ini dianggap sangat mengganggu aktivitas nelayan, sehingga nelayan setempat merasa terganggu dengan aktivitas penambangan pasir timah ini.
Rombongan nelayan beramai-ramai mendatangi mulut muara dengan maksud agar pihak berwenang segera memerintah para pemilik ponton untuk segera menyingkir dari mulut muara Air Kantung.
Pihak nelayan berharap agar pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan untuk menertibkan ponton-ponton tersebut.
Dalam pantauan wartawan Media Fakta Hukum News, pihak berwenang seperti Pengawas Tambang (Wastam) dan Polisi Air Laut (Polair) Bangka telah menghimbau kepada pihak penambang agar segera menyingkir dari mulut muara Air Kantung.
Menurut Roni, panggilan sehari-hari Roni Kretek, dari Wastam, pihaknya telah menghimbau kepada pihak penambang agar segera menyingkir dari area tersebut, walaupun yang ditambang bukan IUP PT Timah.
“Keberadaan ponton-ponton TI Rajuk ini sangat mengganggu aktivitas nelayan. Kami berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk menertibkan ponton-ponton tersebut,” ujar salah seorang nelayan.
Pihak Polair, Bripka Muhammad Aan F (Kapten Patroli) juga menghimbau agar seluruh ponton yang bekerja di daerah mulut muara Air Kantung dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk menertibkan ponton-ponton tersebut dan mengembalikan keamanan dan keselamatan bagi nelayan setempat.
“Keamanan dan keselamatan nelayan adalah prioritas kami. Kami akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan nelayan,” ujar Bripka Muhammad Aan F dari Polair.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk menertibkan ponton-ponton TI Rajuk yang beroperasi di mulut Muara Air Kantung dan mengembalikan keamanan dan keselamatan bagi nelayan setempat.












Komentar