FAKTAHUKUMNEWS, Indramayu – Jadi sorotan publik, proyek pembangunan jalan desa yang di kerjakan oleh CV. RAKHA WIJAYA diduga di jadikan ajang manfaat untuk meraup keuntungan yang besar tanpa mementingkan kualitas pekerjaan, baru berapa hari pengerjaan, cor beton sudah ada pecah/retak.
Pekerjaan proyek jalan desa tersebut bersumber dari dana APBD Kabupaten Indramayu dengan nilai kontrak Rp.398,059,000 pelaksana CV.RAKHA WIJAYA masa pengerjaan 60hari yang berlokasi di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Indramayu. Jumat, (8/8/2025).
Pemerintah telah menggelontorkan dana tidak sedikit untuk membangun infrastruktur jalan desa ini dengan harapan dapat mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Proyek peningkatan jalan desa ini sejatinya menggunakan uang rakyat, namun mutu dan kwalitas proyek jalan tersebut harus seimbang dengan volume.
Jika sebuah pekerjaan proyek di kerjakan asal jadi maka akan berdampak pada kerugian masyarakat dan negara, hal ini tentu harus di pertanggungjawabkan secara hukum dan akan menyeret siapapun pihak-pihak yang terlibat.
Karena dalam pelaksanaannya dan pengerjaan proyek tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi adanya konspirasi jahat dalam penggunaan anggaran.
Menurut data dari jasa penyedia barang, anggaran sebesar Rp.398.059.000 oleh CV. RAKHA WIJAYA hanya dibelanjakan 140 kubik atau 23 mobil molen K300.
Penggunaan uang negara dalam pengerjaan proyek ini, patut diduga negara telah dirugikan oleh para oknum yang terlibat, di sinilah pentingnya peran serta pengawasan dari berbagai pihak terutama pemerintah, media, masyarakat dan pengawas eksternal lainnya.
Menurut hasil investigasi dan pantauan tim media secara langsung di lapangan, pengerjaan proyek tersebut patut diduga di kerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi RAB.
Pada warga setempat yang melintas di jalan tersebut, kami minta untuk turut mengecek hasil pengerjaan proyek jalan desa yang baru selesai dan dia mengatakan bahwa pengerjaan proyek ini seperti tidak sesuai aturan.
“Kami menduga proyek pembangunan jalan, tidak sesuai spesifikasi dalam RAB, terlihat dari pekerjaan memakai kwalitas K300 pengerjaan itu diduga hanya akal-akalan saja karena dikerjakan malam hari, pagi di cek cor-corannya mudah diremuk dengan tangan, dan ketebalannya sebagian tidak cukup, bukan itu saja, baru berapa hari sudah pecah, patut diduga pekerjaan ini terlihat asal-asalan.” ucap warga yang tidak mau disebut namanya.
Dari keterangan warga lainnya yang tinggal di sekitar wilayah Desa Kalianyar, kepada media menanyakan mutu dari sebuah hasil pengerjaan dan pentingnya pengawasan.
“Sebetulnya kami tidak paham tentang tekhnis kontruksi, namun terlihat dari pandangan saya sebagai orang awam pelaksanaan proyek ini kurang sesuai, bukan hanya ketebalan dan mutu semen juga kurang, di duga komposisi K300 itu seperti akal-akalan saja karena terlalu mudah diremuk pakai tangan,” jelasnya.
Lanjut “Di Desa kami ini khususnya Kabupaten Indramayu sepertinya memang lemah pengawasan, di setiap pembangunan kebanyakan belum lama sudah rusak di sana-sana tuh, apakah memang seperti itu, apa bagai mana ya…” tutup warga sambil tertawa kepada awak media.
Saat di lokasi, kami temui pelaksana proyek yang bernama Aris dan di tanyakan terkait pekerjaan tersebut, dia mengatakan hanya disuruh.
“Saya hanya disuruh oleh pak Boyo untuk mengawal pekerjaan ini kalau masalah lain nanti sama pak Boyo,” terangnya.
Lanjut, “kalau sampean mau tau detilnya bisa hubungi pak Boyo pak,” sambungnya kepada awak media saat di jumpai di lokasi.
Namun, menurut informasi yang kami dapat bahwa pak Aris dan pak Boyo itu ya orang yang sama, diduga dia sengaja mengelabui media dan tidak mau ketemu demi menghindari pengawasan.
Warga berharap kepada pihak berwenang, pemerintah dan dinas terkait yang ada di Kabupaten Indramayu juga APH untuk turun mengaudit pekerjaan proyek pembangunan jalan desa yang di kerjakan oleh CV. RAKHA WIJAYA yang berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Indramayu.
Bila terbukti ada kerugian negara agar di proses secara hukum, jangan sampai membiarkan hal seperti ini berlanjut ke wilayah-wilayah lain, kami selaku tim media dan masyarakat akan mengawal sampai masa laporan pekerjaan selesai.


















Komentar