oleh

Lupakan Gadget, Anak-Anak Kampung Tegal Jungkel Rajeg Pilih Latihan Silat

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Di tengah gempuran tren game online dan media sosial yang menyita waktu, Abdul Hadi, Wakil Ketua Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Inonesia (TTKKBI) mengajarkan pelatihan seni bela diri tradisional, Pencak Silat kepada generasi muda di Kampung Tegal Jungkel, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang pada Kamis, (25/12/2025).

Dibawah pelatih Abdul Hadi, pemandangan berbeda ini, diikuti anak laki-laki dan perempuan dari berbagai usia yang terlihat antusias dalam berlatih.

banner 336x280

Para peserta berbaris rapi mempraktikkan berbagai jurus dasar dengan gerakan yang kompak dan bertenaga.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan cara efektif untuk menjauhkan anak-anak dari ketergantungan pada handphone (HP).

“Anak-anak Kampung Tegal Jungkel, Desa Tanjakan. Pagi, siang, malam, tuh enggak ada yang main HP. Ini perlu dicontoh,” ujar Hadi, dengan logat khas setempat, Kamis, (25/12/2025).

“Pencak silat di Desa Tanjakan bukan sekadar olahraga fisik, melainkan media pembentukan karakter sekaligus melestarikan budaya. Dengan latihan rutin, anak-anak diajarkan kedisiplinan, kemandirian dan rasa kebersamaan,” sambungnya.

“Semuanya di sini senang belajar silat. Anak-anak kecil semuanya semangat,” imbuh Hadi.

Kegiatan positif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memberikan wadah bagi anak-anak untuk berkembang di luar dunia digital.

Tentunya, dukungan orang tua dan lingkungan turut menjadi kunci utama dalam latihan silat ini hingga terus eksis dan diminati oleh generasi Z di kampung tersebut.

Bagi warga Desa Tanjakan, suara teriakan semangat dan derap langkah anak-anak saat berlatih, kini telah menjadi musik malam yang membawa harapan akan lestarinya budaya bangsa di tangan generasi penerus.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *