FaktaHukumNews, Tangerang – Setelah para aktivis Tangerang Raya dan masyarakat menggema-kan tagar #CopotDirutRSUnimedikaSepatan, kini desakan keras datang dari kalangan jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Tangerang Raya (PWTR).
PWTR menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus meninggalnya bayi kembar dari Maharani Liranimaha, yang diduga akibat kelalaian medis di RS Unimedika Sepatan. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah kronologi kejadiannya viral di media sosial dan memunculkan dugaan adanya malpraktik.
Tidak hanya itu, PWTR mengungkap bahwa mereka telah menerima banyak aduan dari masyarakat. Korban bukan hanya Maharani, namun menurut data yang dihimpun PWTR, hampir 85% pasien mengalami kejadian serupa, baik dari segi dugaan malpraktik maupun buruknya pelayanan. Sayangnya, sebagian besar dari mereka memilih diam karena takut atau tidak percaya akan adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Ini bukan kasus tunggal. Sudah banyak korban lain yang mengalami kejadian serupa, namun mereka enggan bersuara. Ditambah lagi banyak pengaduan dari pasien pengguna BPJS yang dipersulit saat hendak berobat di RS Unimedika Sepatan,” ujar Wakil Ketua PWTR, Bob Fallah pada Jum’at (09/05/2025).
PWTR telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan dan Pemilik RS Unimedika Sepatan, mendesak agar Direktur Utama RS Unimedika segera dicopot dan dilakukan evaluasi total terhadap sistem dan manajemen rumah sakit tersebut.
“Kami minta Dirut RS Unimedika dicopot. Ini bukan hanya dugaan kelalaian, ini soal nyawa dan gagalnya manajemen rumah sakit,” tegas Bob
PWTR juga menyerukan kepada Dinas Kesehatan dan aparat penegak hukum agar segera mengaudit menyeluruh sistem manajemen RS Unimedika Sepatan dan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran serius dalam prosedur medis maupun pelayanan publik.
PWTR menegaskan bahwa ini harus menjadi momentum reformasi layanan kesehatan di Kabupaten Tangerang. Nyawa masyarakat, khususnya ibu dan anak, tidak boleh dikorbankan akibat kelalaian sistemik dan manajerial.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak RS Unimedika Sepatan belum memberikan klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.


















Komentar