FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ust. Asep Syahrudin, S.Pd.I, ulama muda dan pendidik agama Islam asal Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, yang juga Pimpinan Majlis Ta’lim Nurul Aini Al-Qur’aniyah, mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol penghormatan atas jasa para pahlawan.
Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk hidup dalam kedamaian, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpecah belah. Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 103 “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
Ust. Asep menjelaskan bahwa perjuangan Rasulullah SAW juga memberikan teladan tentang pentingnya menjaga negeri dan membangun persatuan. Ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW membangun masyarakat yang rukun melalui Piagam Madinah, yang mempersatukan berbagai suku dan pemeluk agama untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga keamanan bersama.
Selain itu, Ust. Asep menyampaikan bahwa masyarakat sering mengambil hikmah dari angka 17, yang identik dengan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam Islam, umat Muslim juga melaksanakan 17 rakaat salat fardu setiap hari. Menurutnya, hal tersebut dapat dijadikan pengingat agar semangat kemerdekaan selalu diiringi dengan ketaatan kepada Allah SWT.
“Angka 17 bukan sekadar tanggal kemerdekaan, tetapi juga mengingatkan kita pada 17 rakaat salat wajib yang menjadi tiang agama. Semoga semangat mencintai Indonesia selalu sejalan dengan semangat menjaga salat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat persatuan dan persaudaraan,” ujar Ust. Asep. Kamis (6/8/2026)
Ia menegaskan bahwa apa pun agama, suku, maupun adat istiadat, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita isi kemerdekaan dengan memperkuat ukhuwah, menjaga toleransi, saling menghormati, serta bersama-sama membangun Indonesia yang damai, maju, adil, dan sejahtera. Karena apa pun agama kita, suku kita, dan adat kita, kita semua adalah Indonesia,” tutupnya.














Komentar