FAKTAHUKUMNEWS, Jakarta – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Rakyat Anti Korupsi (LSM Jari Indonesia), Heru K. Daulay, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyikapi setiap informasi yang beredar, khususnya yang belum jelas kebenarannya.
Menurut Heru, kondisi Indonesia saat ini masih diwarnai oleh upaya-upaya pihak tertentu yang mencoba memecah belah persatuan bangsa melalui penyebaran opini yang menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi pada 31 Maret lalu, ketika isu hoaks terkait kenaikan harga BBM beredar luas dan memicu kepanikan publik. Dampaknya, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU di berbagai daerah.
“Informasi yang tidak benar ini jelas merugikan masyarakat dan berpotensi mengganggu stabilitas. Seolah-olah pemerintah tidak berpihak kepada rakyat dengan isu kenaikan harga BBM,” ujar Heru. Rabu (01/4/2026)
Namun, pemerintah telah memberikan klarifikasi tegas bahwa tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April 2026, sehingga isu tersebut dipastikan tidak benar.
Sebagai lembaga sosial kontrol, Heru juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai berbagai kebijakan yang diambil pemerintah saat ini telah berjalan cukup baik dan mampu menjaga stabilitas nasional.
“Di tengah kondisi global yang tidak menentu, banyak negara mengalami tekanan ekonomi. Namun Indonesia masih mampu bertahan dengan stabil, lapangan kerja tetap tersedia, dan kebutuhan pangan masyarakat tercukupi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heru menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai “londo ireng”, yakni pihak-pihak yang dinilai terus menyebarkan narasi negatif dan memprovokasi masyarakat melalui informasi yang tidak benar.
Untuk itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Bijaklah dalam menerima informasi. Jangan sampai kita terpecah hanya karena hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

















Komentar