FAKTAHUKUMNEWS, Lebak – Kondisi akses jalan di Kampung Kumpay RT 03 RW 01, Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan. Jalan Bendungan yang menjadi penghubung utama antara Kampung Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, dengan Desa Kumpay, Kabupaten Lebak, kini rusak parah hingga nyaris lumpuh dan sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Kerusakan jalan tersebut diduga kuat akibat aktivitas kendaraan bertonase besar serta alat berat proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau PT WIKA. Intensitas mobilisasi proyek dinilai tidak diimbangi dengan upaya perawatan maupun perbaikan infrastruktur jalan yang dilalui.
Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan tertutup lumpur tebal dengan kedalaman yang cukup signifikan. Jejak ban kendaraan berat membentuk parit-parit lumpur yang licin dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan warga yang beraktivitas setiap hari.
Atas kerusakan jalan tersebut, warga melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah badan jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius. Selain itu, warga juga memasang kerucut lalu lintas (cone) sebagai tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.
Mirisnya, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemerintah Desa Kumpay maupun pihak PT WIKA untuk melakukan perbaikan atau normalisasi jalan. Kondisi ini memicu keresahan warga, terutama para pemuda setempat yang akhirnya berinisiatif melakukan penanganan seadanya demi membantu aktivitas masyarakat.
“Kondisi jalan sudah seperti sawah, sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan sekolah anak-anak. Sampai sekarang pihak desa seolah menutup mata, belum ada tindakan sama sekali. Baru pemuda-pemuda di sini yang bergerak seadanya untuk membantu warga lewat,” ujar salah satu perwakilan warga. Minggu (01/02/2026)
Warga Kampung Kumpay mendesak PT WIKA agar segera bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan akibat aktivitas proyek. Selain itu, Pemerintah Desa Kumpay diminta segera turun tangan melakukan mediasi serta mendesak pihak kontraktor agar segera melakukan pengerasan dan perbaikan jalan.
Warga juga menuntut adanya jaminan keselamatan bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari, mengingat minimnya penerangan dan kondisi jalan yang sangat licin. Apabila dalam waktu dekat tidak ada respon dari pihak terkait, warga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi yang lebih besar guna menuntut hak atas akses jalan yang layak dan aman.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak PT WIKA maupun Pemerintah Desa Kumpay belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.












Komentar