FaktaHukumNews, Tangerang – Tingginya angka kematian bayi di Rumah Sakit Unimedika Sepatan menjadi sorotan tajam publik setelah sebuah unggahan viral di media sosial mengungkap dugaan buruknya pelayanan serta kekurangan tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan warganet, disebutkan bahwa beberapa kasus kematian bayi terjadi dalam waktu yang berdekatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serta amarah masyarakat, khususnya warga sekitar Sepatan Kab.Tangerang, yang merasa kecewa terhadap standar pelayanan kesehatan di RS Unimedika.
Banyak pasien juga mengeluhkan buruknya manajemen rumah sakit. Di media sosial, beredar sejumlah unggahan yang menunjukkan kekecewaan masyarakat terhadap layanan RS Unimedika. Keluhan tersebut meliputi sikap tenaga medis yang lambat menangani pasien serta tidak menunjukkan empati terhadap kondisi darurat yang dihadapi keluarga pasien.
“Anak saya butuh penanganan cepat, tapi kami harus menunggu lama karena katanya dokter belum datang. Kami merasa diabaikan,” ujar salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya. selasa(06/05/2025)
Selain itu, dugaan kekurangan tenaga medis di RS Unimedika turut menjadi perhatian. Rumah sakit disebut kekurangan perawat medis, dokter spesialis anak, dan bidan yang seharusnya siaga 24 jam untuk menangani kasus-kasus darurat, terutama pada pasien bayi dan ibu melahirkan. Kondisi ini memperparah situasi dan diduga kuat berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Masyarakat mendesak agar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang segera melakukan audit menyeluruh terhadap RS Unimedika Sepatan. Tidak hanya itu, masyarakat juga menuntut agar diberikan sanksi tegas terhadap pihak manajemen rumah sakit apabila terbukti lalai dan tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Pihak RS Unimedika hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, Dinas Kesehatan setempat diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk melakukan investigasi dan pembenahan mendalam.
Kejadian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh rumah sakit, khususnya dalam menjamin pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berempati terhadap setiap pasien, demi mencegah terulangnya tragedi serupa.


















Komentar