FaktaHukumNews, Jakarta — PT Virtus mendatangi kantor Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada Rabu (18/06/2025) untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengembalikan sejumlah uang yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Namun, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI menyatakan secara tegas menolak permintaan tersebut.
“Permintaan maaf jangan ditujukan kepada saya. Tapi kepada negara dan rakyat Indonesia yang telah dihina dan disakiti harga dirinya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wamenaker lewat akun TikTok resminya pada Kamis (19/06)2025) sebagai respon atas manuver PT Virtus yang menurutnya tidak tulus.
Wamenaker juga menyayangkan sikap perusahaan yang membuat klarifikasi sepihak seolah-olah mereka tidak bersalah dan justru menyudutkan negara. Selain itu, pihaknya juga mengaku menerima serangan personal dari akun-akun buzzer yang diduga terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
“Mereka bukan hanya berusaha memutar balikkan fakta, tetapi membiarkan saya diserang secara pribadi oleh buzzer mereka. Ini bukan hanya soal jabatan, ini soal pelecehan terhadap bangsa,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Wamenaker mengungkap bahwa penghinaan telah terjadi secara terbuka, ketika salah satu atasan tertinggi PT Virtus mengucapkan kata kasar kepada rakyat Indonesia.
“Kata GOBLOK itu diucapkan oleh salah satu petinggi perusahaan. Itu jelas-jelas telah merendahkan martabat rakyat dan bangsa ini. Bukan soal uang, ini tentang harga diri,” tegas Wamenaker.
Ia pun mengakhiri pernyataannya dengan ultimatum keras:
“Kita tunggu babak selanjutnya.”
📰 FaktaHukumNews – Menyuarakan Kebenaran, Membela Rakyat
📍 www.faktahukumnews.com
📧 redaksi@faktahukumnews.com
☎️ 0838-9164-8277
#ptvirtus #wamenaker #faktahukumnews #hargadiribangsa #martabatnegara #ultimatumwamen #indonesiabermartabat #tolakpelecehan #suarauntukrakyat












Komentar