oleh

Diduga Buntut Konflik, Water Meter PDAM di Balai Wartawan Indramayu Dicopot

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Indramayu – Water meter PDAM yang terpasang di Balai Wartawan Kabupaten Indramayu dilaporkan hilang secara tidak wajar. Insiden ini diduga kuat terkait konflik antara komunitas wartawan dengan Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu. Air mati mendadak saat hendak shalat dan para wartawan baru menyadari aliran air berhenti pada Kamis, (2/7/2026) siang.

“Pas mau shalat Dhuhur air di tempat wudhu tidak mengalir. Terpaksa saya pakai air di bak mandi ruangan Ketua PWI,” ujar Duliman, salah satu wartawan yang beraktivitas di Balai Wartawan.

banner 336x280

Abdul Gani menambahkan, Senin (30/6/2026) air masih mengalir normal. “Paling di sini airnya dipakai untuk wudhu dan warung milik anggota wartawan,” katanya.

Setelah dicek, water meter yang sudah terpasang sejak Balai Wartawan berdiri tahun 1987 itu tidak ada di tempat. Pencopotannya disebut dilakukan rapi.

“Mencopotnya rapi dan mirip dengan kasus water meter yang hilang di beberapa wilayah kecamatan beberapa bulan lalu. Nanti kita lihat di CCTV,” ujar sejumlah wartawan.

Sambungan air bersih Balai Wartawan telah ada sejak 1987, era Bupati H. Jahari. Sejak itu, Pemkab Indramayu melalui PDAM memberikan pembebasan tagihan sebagai bentuk sinergitas dengan media. Kebijakan ini berlanjut hingga masa Bupati Nina Agustina.

Namun, di era Bupati Lucky Hakim, Perumdam Tirta Darma Ayu mulai melakukan penagihan. Upaya klarifikasi dari wartawan disebut tidak mendapat respons.

“Sejak Humas PDAM-nya Sutoni, kami selalu jelaskan bahwa sejak Pak Jahari sampai Ibu Nina Agustina tidak pernah ada tagihan. Ini bentuk sinergitas,” kata Ketua PWI Indramayu Dedy S. Musashi dan Ketua PWRI Kabupaten Indramayu Sonny.

Mengacu pernyataan Sutoni saat itu, penagihan dilakukan atas perintah Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan.

“Sejak zaman Pak Dedi, Pak Suyanto, Pak Tatang, sampai Pakde Air pegang PDAM, tidak pernah ada tagihan karena mereka paham makna sinergitas dengan media,” jelas Sonny.

PDAM Tirta Darma Ayu Unit Pelayanan Sindang sebelumnya juga pernah menagih. Setelah dijelaskan kronologinya, pihak unit pelayanan memahami.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Perumdam Tirta Darma Ayu terkait pencopotan water meter di Balai Wartawan Indramayu.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *