FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampokan terhadap driver ojek online (ojol) berinisial ATP yang dilakukan oleh Rahmat Dimas di Kota Tangerang, Banten, Senin (24/8/2026).
Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku memperagakan sebanyak 23 adegan yang menggambarkan kronologi kejahatan secara lengkap.
“Kegiatan rekonstruksi terkait perkara tindak pidana pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan terhadap pengemudi ojol ini terdiri dari 23 adegan dan berjalan dengan kondusif,” kata Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Arief Ryzki Wicaksana kepada wartawan.
Kompol Arief mengungkapkan, momen paling keji terjadi pada adegan ke-8. Pada adegan itu, Rahmat Dimas secara sadis menusuk korban yang saat itu sedang tertidur di sebuah warung hingga tewas.
“Adegan nomor 8 itu penusukan dari pelaku kepada korban, di mana pada saat itu korban sedang tertidur di warung tersebut,” ujarnya.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di basecamp ojol kawasan Kosambi, Kota Tangerang, pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 03.50 WIB. Korban ATP ditusuk orang tak dikenal saat tengah tertidur.
Pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (14/7/2026) pukul 00.30 WIB di sebuah kontrakan di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Rahmat Dimas sempat melawan saat diamankan sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan.
Saat ini berkas perkara masih dalam tahap pemberkasan dan menunggu penelitian dari pihak kejaksaan.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya karena terdesak masalah ekonomi. Ia mengaku dipaksa orang tuanya untuk segera menikah.
“Motif pelaku, pada saat kita lakukan interogasi, yang bersangkutan mengaku sedang memiliki tekanan dalam kehidupannya terkait dipaksa oleh orang tuanya untuk segera menikah,” kata Kompol Arief.
Pelaku awalnya mengaku membawa pisau dengan niat untuk mengakhiri hidupnya. Namun saat melintas di lokasi dan melihat korban tertidur, muncul niat untuk mencuri.
“Setelah melihat korban sedang tertidur lelap, pelaku mencoba merogoh kantong korban untuk mengambil kunci motor. Pada saat itu korban bangun dan melakukan perlawanan, sehingga pelaku menusukkan pisau tersebut ke badan korban,” jelas Arief.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan bagi para driver ojol yang bekerja hingga larut malam, serta dampak tekanan ekonomi dan sosial yang dapat memicu tindak kejahatan.


















Komentar