oleh

Warga Kedaung Wetan Terisolir, Akses Jalan Haji Dulloh Ditutup PT Grand Nirwana Indah

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang – Warga Kedaung Wetan resah, pasalnya sejak 7 November 2025 PT Grand Nirwana Indah melakukan penutupan akses jalan Haji Dulloh RT 01 RW 02, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Kamis, (20/11/2025).

Untuk diketahui bahwa jalan tersebut telah digunakan warga sejak tahun 1978, namun kini akses jalan lalulintas warga Kedaung Wetan telah ditutup dengan pagar beton.

banner 336x280

“Sebelumnya, jalan tersebut sudah di paving blok, namun di bongkar paksa tanpa sosialisasi oleh pihak PT Grand Nirwana dan kini akses jalan telah di tutup,” ujar warga

Arogansi pihak perusahaan sebagai pemilik lahan, sepertinya tidak memikirkan dampak ditutupnya jalan hingga menyebabkan sekitar 300 kepala keluarga terisolir dan tidak dapat beraktivitas.

Saat ditemui, dua warga Kedaung Wetan Lala Wira Sanjaya (71) dan Haji Yasin (75) mereka mengungkapkan perihal Jalan Haji Dulloh bahwa jalan tersebut bukan akses jalan baru, melainkan akses turun-temurun yang diwariskan oleh salah satu warga untuk digunakan warga sekitar.

“Seingat saya jalan ini sudah ada sejak tahun 1978, lihat di Google Maps ada sebagai Gang Haji Dulloh. Ini jalan yang sejak dulu dihibahkan ahli waris untuk jalan warga,” ungkap Lala.

“Penutupan secara tiba-tiba dilakukan oleh perusahaan yakni PT Grand Nirwana Indah tanpa adanya pemberitahuan kepada warga,” tambahnya.

“Pihak perusahaan sebelumnya tidak ada sosialisasi sama sekali pada warga, saat kejadian, saya yang berani bertanya apa dasar hukum penutupannya, kalau memang ada sertifikat, tunjukkan, mana sertifikatnya, sampai sekarang tidak jelas,” terang Lala.

Akibat adanya penutupan akses jalan ini, warga kesulitan dalam beraktivitas, dampak paling terasa dirasakan oleh Haji Yasin pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidupnya pada usaha panggung dan tenda pernikahan.

Dampak paling terasa dirasakan pelaku usaha lokal, Haji Yasin pengusaha panggung dan tenda pernikahan yang menggantungkan hidup pada akses keluar-masuk jalan tersebut. Mobil pengangkut tenda dan panggung yang dimilikinya hingga kini tidak bisa melintas sama sekali.

“Usaha saya panggung dan tenda, tentunya menggunakan mobil pengangkut untuk keluar-masuk melalui jalan ini, kalau di tutup begini, saya usaha apa? Bisa-bisa mati saya, mau cari makan susah,” terang Yasin.

“Usaha ini diturunkan keluarga sejak saya kecil, kini berhenti total dan mobil yang biasa digunakan untuk mengangkut tenda tidak bisa keluar masuk lagi karena akses jalan satu-satunya itu ditutup total, Intinya sejak jalan ini ditutup langsung macet semua usaha saya,” imbuhnya.

“Karyawan saya ada lima orang, semua ikut berhenti kerja, kasihan mereka, keluarganya juga makan dari situ,” jelasnya.

Warga Kedaung Wetan berharap pada pemerintah daerah, Wali Kota Tangerang Sachrudin dan DPRD Kota Tangerang dapat segera turun tangan agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memihak kepada kepentingan masyarakat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *