oleh

Personel Kodim 1613/Sumba Barat Bantu Polres Redam Ketegangan Massa di Mapolres

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Sumba Barat – Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak cepat membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul aksi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (15/09/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. Langkah ini merupakan bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah situasi berkembang semakin luas.

banner 336x280

Puluhan personel TNI dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat. Selain pengamanan, mereka juga melakukan pendekatan persuasif kepada warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah yang persuasif, terukur, dan humanis dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas.

Situasi tersebut bermula setelah seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan dugaan tindak pidana pencurian sapi.

Berdasarkan informasi awal, penindakan terjadi pada Selasa pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk, Jowa disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan sebelum melarikan diri ke arah belakang rumah.

Petugas kemudian melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas melakukan tindakan melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki.

Akibat pergerakan korban saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia.

Pada sore harinya, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas Mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.

Berbagai upaya pendekatan telah dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres.

Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat serta melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan.

Hingga saat ini, personel Kodim 1613/Sumba Barat, Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan, khususnya di sekitar Mapolres dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.

Sementara itu, jenazah Sdr. Marsel telah dikawal personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI merupakan bentuk nyata sinergi TNI-Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.

Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahannya terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri, dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *