FAKTAHUKUMNEWS, Riau – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.
Tercatat pada periode Januari hingga September 2026, Pertamina Drilling telah menyelesaikan pengerjaan 90 sumur melalui kegiatan pengeboran dan penyelesaian sumur (drilling and completion).
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari dukungan Pertamina Drilling terhadap program pengembangan lapangan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sekaligus upaya menjaga keberlanjutan produksi migas untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Manager Integrated Operation Project Pertamina Drilling, Boris Styward, menyampaikan bahwa dalam menjalankan operasinya di WK Rokan, Pertamina Drilling mengoperasikan 10 unit drilling rig.
“Dalam menjalankan operasinya di WK Rokan, Pertamina Drilling mengoperasikan 10 unit drilling rig, yang terdiri atas empat rig berkapasitas 350 HP, empat rig 550 HP, dan dua rig 750 HP,” ujar Boris.
Total sumur yang telah diselesaikan hingga 30 September 2026 sebanyak 90 sumur. Rinciannya, rig PDSI 4×350 HP berhasil menyelesaikan 52 sumur, rig PDSI 4×550 HP menyelesaikan 24 sumur, dan rig PDSI 2×750 HP menyelesaikan 14 sumur.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi operasi, Pertamina Drilling telah mengimplementasikan berbagai inovasi dalam praktik pengeboran pada pekerjaan yang memenuhi persyaratan teknis dan operasional.
Upaya tersebut mencakup praktik pengeboran dengan mengeliminasi tahapan running trip BHA/Hole Opener untuk mengurangi cycle time sumur pada lapangan yang memenuhi justifikasi teknis, optimalisasi biaya fluida pemboran dengan menggunakan Non-Fermenting Starch pada section pertama, serta penggunaan 4 rig 350 HP electric berdesain compact sehingga meminimalisir kebutuhan luasan area pemboran.
Berbagai langkah optimalisasi ini bertujuan mengurangi waktu operasi sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan.
“Kontribusi Pertamina Drilling selama ini terhadap pengembangan lapangan PHR turut mencakup pengerjaan sejumlah sumur big hitter atau sumur dengan potensi produksi signifikan, program deepening project untuk target baru, serta pemboran Horizontal Well with Multi-Stage Fracturing (HW MSF),” tambah Boris.
HW MSF sendiri merupakan teknik pengeboran di mana sumur dibelokkan secara horizontal menelusuri lapisan batuan reservoir, lalu direkahkan (fracturing) secara bertahap di berbagai titik sepanjang lubang sumur.
Melalui dukungan armada rig, penerapan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasi, Pertamina Drilling terus memperkuat perannya sebagai penyedia jasa pengeboran terintegrasi dalam mendukung pengembangan lapangan migas PHR dan keberlanjutan pasokan energi nasional.












Komentar