oleh

Bupati Indramayu Lucky Hakim Ingin Ubah Krangkeng Jadi Pusat Industri, Pertanian dan Garam

banner 468x60

FaktaHukumNews, Indramayu – Bupati Indramayu Lucky Hakim di gedung ATR/BPN berkeinginan untuk mengubah Kecamatan Krangkeng menjadi pusat kegiatan industri, pertanian dan garam.

Hal tersebut ia paparkan dalam Rakor Lintas Sektor di Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Senin (26/5/2025).

banner 336x280

Lucky menyampaikan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Krangkeng tersebut sudah disusun secara matang oleh Pemkab Indramayu untuk mengoptimalkan potensi wilayah.

“RDTR Krangkeng disusun untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti industri penunjang Kawasan Rebana, pertanian pangan, serta pengembangan garam rakyat. Selain itu, konsep infrastruktur hijau seperti greenbelt dan jalur pejalan kaki juga diintegrasikan dalam dokumen perencanaan,” ujar Lucky Hakim.

Lucky menjelaskan, Kecamatan Krangkeng miliki 11 desa, dengan luas wilayah kurang lebih mencapai 7.357,44 hektare atau sekitar 3,5 persen dari total luas Kabupaten Indramayu.

Ia pun meyakini dengan konsep tersebut akan membawa perubahan yang signifikan untuk peningkatan potensi di wilayah setempat.

Selain sebagai pusat kegiatan industri, pengolahan garam, pertanian. Lucky Hakim juga menyampaikan bahwa Krangkeng punya potensi besar untuk dijadikan sebagai kawasan pengolahan perikanan, perumahan, perdagangan dan jasa, hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Di sisi lain, dalam RDTR itu, Pemkab Indramayu turut memuat rencana pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) Regional Jatigede untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya.

Selain itu, terdapat pula rencana peningkatan jalan lingkungan menjadi jalan lokal, pengembangan saluran distribusi tenaga listrik untuk kawasan industri, pembangunan bangunan pengendali banjir, hingga penambahan menara Base Transceiver Station (BTS) guna mengatasi area blankspot.

“Dokumen RDTR juga mengalokasikan 8,96 persen wilayah sebagai RTH, serta mencakup strategi mitigasi bencana dan perlindungan ekosistem secara menyeluruh,” ujar dia.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *