oleh

Bimsik Haji, Umroh dan Penjelasan Sholat Arba’in KBIHU AL-Ghozali Bina Mabrur Eks Kawedanan Karangampel

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Indramayu – Bimbingan manasik (Bimsik) haji KBIHU AL-Ghozali Bina Mabrur pada pertemuan pekan ke-9 bertempat di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Pipisan Kedokan Bunder eks Kawedanan Karangampel. Minggu, (12/10/2025).

Kegiatan di pandu oleh H. Muslim selaku pembimbing dan pemateri manasik haji Profesional yang bersertipikat dengan memberikan uraian mulai dari kesehatan, boleh tidaknya memotong kuku dan rambut, tatacara rukun dan sunah ibadah lainnya.

banner 336x280

“Dalam hal ini biar lancar jamaah harus mempersiapkan diri dimulai dari kesehatan baik jasmani maupun rohaninya, supaya ibadah umroh dan haji tidak terganggu,” ujar H. Muslim

Di pekan ke-9 ini peserta praktek langsung di lapangan sambil membawa kain ihram, yaitu dua lembar kain berwarna putih yang tidak berjahit bagi pria, sementara bagi wanita pakaian ihram seperti pakaian sholat yang menutup semua badan, kecuali muka dan telapak tangan.

Bagi jamaah haji yang baru pertama kali ke Tanah Suci, perlu mengetahui dengan teliti bahwa cara memakai pakaian ihram dengan benar, untuk itulah pemateri memberikan bimbingan manasik hari ini.

Lebih lanjut, H. Muslim selaku pemateri KBIHUAL-Ghozali Bina Mabrur eks Kawedanan Karangampel memberikan materi praktek cara mengenakan pakaian ihram dengan memperagakan langsung cara memakai pakaian ihram dimulai untuk jamaah pria dengan mengambil lembar pertama kain ihram yang dijadikan sarung.

“Pakai kain ihram di atas pusar, kemudian disarungkan dan pastikan nyaman serta tidak tersingkap saat berjalan maupun duduk,” jelas H. Muslim.

“Boleh mengenakan sabuk atau ikat pinggang untuk mengencangkan sarung agar tidak melorot,” imbuhnya.

Bagi yang masih baru pertama kali mungkin sulit untuk menggunakan kain ihram, karena penggunaannya yang tidak seperti baju atau pakaian pada umumnya. Para peserta menyadari bahwa pentingnya praktek mengenakan kain ihram dengan baik dan benar.

Sementara cara memakai kain ihram untuk perempuan lebih simpel dan mudah, karena yang terpenting pakaian menutup hampir seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.

“Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni bagian kain untuk bawahan harus sepanjang tumit, mengenakan kaos kaki dan kerudung harus panjang atau melebihi bagian dada. Setelah memakai pakaian ihram, maka sudah siap untuk berhaji atau umrah,” terang H. Muslim

“Mereka yang memakai kain ihram terikat beberapa larangan. Di antaranya memotong kuku, memotong rambut menikah atau menikahkan, melakukan hubungan suami istri, berbicara kotor, bertengkar dan mencaci maki, menebang pohon, dan mempermainkan atau membunuh binatang,” tambahnya.

Selanjutnya, penjelasan terkait Sholat Arba’in di sampaikan oleh pemateri KH. Syaefun Zuhri, bahwa Sholat Arba’in atau Sholat 40 waktu, sholat wajib 5 waktu yang dilaksanakan secara berturut-turut.

“Sholat 40 waktu, atau yang dikenal sebagai shalat arbain, adalah shalat wajib yang dikerjakan sebanyak 40 kali secara berturut-turut, tanpa ada satu pun shalat yang terlewat. Sholat ini biasanya dilakukan di Masjid Nabawi di Madinah oleh jemaah haji yang menetap selama sekitar 8 hari, karena 5 shalat per hari dikalikan 8 hari sama dengan 40 waktu shalat. Ibadah ini dipercaya memiliki keutamaan besar, di antaranya pembebasan dari siksa neraka dan sifat munafik terutama fahalanya 1000 berbanding 1 rokaat di indonesia,” terang KH. Syaefun Zuhri.

“Selanjutnya Sholat 40 waktu itu di anjurkan berjamaah dan ibadah sholat sunah di Tanah Suci Makkah dan Madinah itu fahalanya berlipat ganda, maka dari itu perbanyaklah ibadah-ibadah sunnah terutama ibadah wajibnya,” tutup KH. Syaefun Zuhri

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed