FAKTAHUKUMNEWS, Indramayu – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Bimbingan Manasik Haji Nasional secara daring di beberapa titik selama dua hari pada Rabu, (11-14/02/2026).
Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang seragam kepada calon jemaah haji di seluruh Indonesia oleh sejumlah tokoh penting Kemenag, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta para Pejabat Eselon I dan II Kemenag dan BPH.
Penyelenggaraan Haji dan Umrah merupakan bagian dari implementasi amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang menekankan pentingnya peningkatan kemandirian jemaah haji dan umrah.
Haji adalah ibadah istimewa yang membutuhkan persiapan matang, mengingat sebagian besar jemaah baru pertama kali menunaikan haji, maka bimbingan manasik menjadi sangat penting.
Tujuannya adalah memastikan ibadah haji agar berjalan lancar, sesuai rukun, wajib dan sunnah, serta meraih predikat mabrur.
Dijelaskan bahwa pemerintah telah memfasilitasi bimbingan manasik haji bagi Calhaj di seluruh Indonesia, termasuk manasik yang biasa digelar di tiap daerah.
Seperti di pulau jawa, jamaah mengikuti delapan kali manasik, enam di antaranya diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing.
Sementara di luar Jawa, jamaah mengikuti sepuluh kali manasik, delapan di antaranya oleh KUA setempat.
Seperti halnya bimbingan manasik haji di Ponpes Assalafiyah Krangkeng Indramayu, peserta yang hadir jamaah dari Kecamatan Krangkeng dan Kecamatan Kedokan Bunder.
Turut hadir mengikuti sebanyak 135 jamaah, peserta dari 5 KBIHU 2 Kecamatan meliputi Kbihu An-Nahdiyah, Kbihu Nahdlotul Ulama (NU), Kbihu Assalafiyah, Kbihu Zahrotul Ulum dan Kbihu AL-Ghozali Bina Mabrur.
Manasik secara daring tersebut, jamaah dibekali pengetahuan tentang rangkaian ibadah haji, larangan-larangan, tata cara di pesawat, hingga filosofi haji. Haji bukan sekadar ritual, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengandung makna mendalam.
Dikesempatan tersebut, pembicara dari Kemenag mengungkapkan kabar gembira terkait pelunasan biaya haji sudah surplus tahun ini.
“Minggu lalu kita masih khawatir terkait dengan jumlah pelunasan. Untuk jamaah haji reguler pelunasannya sudah surplus lebih dari 5 ribu jamaah. Begitu juga untuk jamaah haji khusus, sudah melunasi semua,” ungkapnya pada video daring.
Ia juga menambahkan bahwa jamaah yang telah melunasi biaya haji telah dinyatakan istithaah (mampu secara kesehatan) oleh Kementerian Kesehatan.
Kemenag berharap melalui manasik haji nasional ini, jemaah haji Indonesia dapat memiliki pemahaman yang sama terkait ibadah haji, sehingga tercapai kemandirian jamaah. Kemandirian ini diharapkan dapat mendukung ketahanan jamaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dalam kesempatan yang sama lewat daring, Dirjen PHU Hilman Latief menyampaikan perkembangan terkini terkait proses pemvisaan jamaah haji.
“Saat ini sampai beberapa hari ke depan, Kemenag terus memproses pemvisaan jamaah, yang sampai hari ini sudah mencapai lebih dari 100 ribu jemaah,” pungkas Hilman Latief.
Manasik haji nasional ini, lanjut Hilman, diharapkan para calon jamaah haji Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, baik secara ilmu maupun fisik, demi kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji pada keberangkatan tahun ini.
Panitia penyelenggara bimbingan manasik nasional setempat menyarankan kepada semua jamaah besok sabtu 14 februari jamaah di suruh membawa pakaian olahraga dan akan dilaksanakan olahraga bersama dan jalan sehat sebagai penutup masik haji nasional.


















Komentar