oleh

Bangkitkan Semangat Anak-Anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Dampingi Trauma Healing di Manggarai

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Manggarai (NTT) – Pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya penanganan darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis agar masyarakat dapat bangkit.

Berbagai upaya telah dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik. Penyaluran bantuan juga menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Ini merupakan wujud komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya saat menghadapi bencana.

banner 336x280

Pada Senin (24/8/2026), prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM melaksanakan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga.

Kegiatan gotong royong ini bertujuan menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat, sekaligus meminimalkan risiko munculnya penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Selain aspek kebersihan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan _trauma healing_ bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya mengurangi rasa takut dan kecemasan, serta menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri anak-anak pascabencana.

Di tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi agar anak-anak tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapat perhatian hingga proses pemulihan berjalan optimal.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *