FAKTAHUKUMNEWS, Medan – Di balik senyum bahagia Sofyan Dikha Rahman yang berhasil meraih nilai “A” pada sidang skripsinya di Universitas Negeri Medan (UNIMED), tersimpan kisah perjuangan panjang sang ibu, Idawati Nasution.
Bagi Idawati, kelulusan putra semata wayangnya bukan sekadar pencapaian akademik. Itu adalah buah dari untaian doa, kerja keras, dan pengorbanan yang tak pernah putus selama bertahun-tahun.
Sebagai orang tua tunggal, Idawati harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi demi memastikan Sofyan tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Keteguhan hati sang ibu menjadi motivasi utama bagi Sofyan untuk tumbuh menjadi pribadi yang rajin, disiplin, dan berprestasi.
Usaha itu berbuah manis. Sofyan berhasil meringankan beban ibunya dengan meraih beasiswa penuh selama masa kuliah.
Momen pengumuman kelulusan menjadi titik haru bagi Idawati. Segala lelah dan kekhawatiran yang ia pendam selama ini lunas terbayar ketika melihat putranya menyelesaikan studi dengan predikat terbaik.
“Sejak kecil Sofyan memang anak yang rajin dan pintar. Ketika dia berhasil mendapatkan beasiswa, saya semakin yakin bahwa perjuangan dan kerja keras kami tidak akan sia-sia.
Alhamdulillah hari ini dia lulus sidang skripsi dengan nilai A. Sebagai seorang ibu, tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bangganya saya,” ujar Idawati dengan suara bergetar menahan haru.
Kisah Idawati menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang seorang ibu mampu mendobrak dinding keterbatasan. Di akhir perbincangan, ia menitipkan pesan mendalam untuk orang tua dan generasi muda.
“Saya hanya ingin menyampaikan kepada orang tua dan anak-anak bangsa di mana pun, keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita,” pungkasnya dengan senyum penuh kemenangan.













Komentar