Tangerang-Faktahukumnews-Pada tahun 1913, di Kampung Pisangan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, lahir seorang bayi laki-laki dari pasangan Saeni dan Kasiun. Bayi itu diberi nama Aba, sebuah nama sederhana yang kelak akan menjadi legenda di kalangan masyarakat Banten. Ketika remaja, Aba mendapatkan julukan Goak dari teman-temannya, yang berarti tangguh dan gesit, sebuah julukan yang melekat pada dirinya sepanjang hidupnya. Aba Goak dikenal sebagai seorang jawara yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga seorang pejuang veteran yang berjuang keras untuk kemerdekaan Indonesia.
Masa Kecil: Didikan yang Membentuk Jiwa Patriot
Aba kecil tumbuh dalam lingkungan yang penuh perjuangan. Orang tuanya mengajarkan pentingnya bekerja keras, tetapi juga keberanian untuk membela yang lemah. Sejak usia dini, Aba sudah menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia mempelajari ilmu bela diri untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat di sekitarnya dari ancaman penjajah yang sering datang ke kampung. Kemampuan bela dirinya tumbuh pesat, dan ia mulai dikenal di kalangan pemuda kampung sebagai sosok pelindung.
Masa Muda: Jawara Pelindung Kampung
Ketika dewasa, Aba Goak tidak hanya menjadi jawara dalam ilmu bela diri, tetapi juga menjadi sosok yang dikenal karena keberaniannya dalam melawan penjajah. Pada masa pendudukan Jepang, Aba bergabung dengan laskar rakyat untuk melawan penjajahan. Ia memimpin pemuda-pemuda Kampung Pisangan dalam gerakan perlawanan yang tidak hanya melibatkan pertempuran fisik, tetapi juga taktik gerilya yang cerdik. Keberaniannya di medan pertempuran membuatnya dihormati oleh masyarakat sekitar.
Selain menjadi jawara, Aba Goak juga dikenal memiliki hubungan erat dengan banyak tokoh, salah satunya adalah almarhum Ismet Iskandar, mantan Bupati Tangerang. Keduanya menjalin persahabatan yang erat, di mana Aba sering berbagi kisah perjuangan dan pengalaman hidupnya. Ismet Iskandar sangat menghormati Aba sebagai seorang pejuang dan panutan.
Pejuang Veteran: Perjuangan untuk Kemerdekaan

Pada masa proklamasi kemerdekaan Indonesia, Aba Goak tidak hanya berperan sebagai jawara, tetapi juga sebagai pejuang veteran. Ia ikut serta dalam perjuangan merebut kemerdekaan, berperang melawan Belanda dan Jepang yang terus berusaha menguasai Indonesia. Keberaniannya dalam pertempuran gerilya di sekitar Tangerang menjadi bukti betapa besar pengorbanannya untuk tanah air. Banyak kisah heroik yang diceritakan oleh para sahabat dan keluarga Aba Goak tentang bagaimana ia berhasil mengalahkan pasukan penjajah dengan strategi yang cerdik dan kepemimpinan yang bijaksana.
Sahabat-sahabat dan Warisan Aba Goak
Aba Goak tidak hanya dikenang oleh masyarakat Kampung Pisangan, tetapi juga oleh para sahabat dan anak-anaknya yang hingga kini masih hidup. Mereka yang pernah mengenalnya, baik sahabat, tokoh masyarakat, maupun anggota keluarga, selalu menceritakan tentang kegigihan Aba dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kepeduliannya terhadap rakyat. Bahkan, banyak di antara mereka yang terus menjaga cerita dan nilai-nilai perjuangan Aba Goak sebagai warisan yang tak ternilai.
Kisah hidupnya juga dibagikan oleh anak-anak almarhum Aba Goak, yang mengenang perjuangan dan pengorbanan ayah mereka. Mereka menceritakan bagaimana Aba mengajarkan pentingnya keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air kepada generasi muda. Anak-anak Aba Goak kini menjadi bagian dari generasi yang meneruskan semangat juang dan teladan yang ditinggalkannya.
Akhir Hayat: Warisan yang Tak Terlupakan
Pada bulan Mei 2020, di usia 107 tahun, Aba Goak menghembuskan napas terakhirnya. Masyarakat Kampung Pisangan, sahabat-sahabatnya, dan anak-anaknya hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia dimakamkan di TPU Pisangan Kepuh, Kecamatan Sepatan, diiringi rasa duka yang mendalam, tetapi juga rasa bangga akan pengabdiannya.
Aba Goak: Legenda yang Dikenang
Sebagai seorang jawara, pejuang veteran, dan panutan bagi banyak orang, Aba Goak tetap dikenang dengan penuh penghormatan. Kisah hidupnya, yang diwariskan oleh keluarga, sahabat, dan masyarakat yang pernah mengenalnya, menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan. Nama Aba Goak akan selalu dikenang sebagai simbol keberanian, pengabdian, dan semangat perjuangan yang tak kenal lelah.
Cerita tentang Aba Goak berasal dari berbagai sumber, baik dari sahabat-sahabatnya yang mengenangnya, anak-anaknya yang terus menceritakan perjuangan ayah mereka, serta tokoh-tokoh masyarakat yang pernah berinteraksi dengan beliau. Semua itu membentuk gambaran lengkap tentang seorang pejuang sejati yang memberikan segalanya untuk tanah air. Aba Goak adalah legenda yang tak hanya hidup dalam kenangan, tetapi juga dalam semangat juang yang terus menginspirasi.
Bersambung…


















Komentar