oleh

Ustadz Asep Syahrudin Soroti Dugaan Bullying di Permata Insani Islamic School: Pendidikan Harus Jadi Tempat Aman Bagi Anak

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Tangerang — Dugaan kasus bullying dan kekerasan fisik terhadap seorang siswa kelas 2 SMP di Permata Insani Islamic School terus menuai perhatian publik. Berbagai pihak mulai angkat bicara, termasuk ulama muda asal Tangerang, Ustadz Asep Syahrudin S.Pd.I, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.

Menurut Ustadz Asep Syahrudin, lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh, dan mendapatkan pendidikan akhlak. Namun jika dugaan bullying dan kekerasan fisik benar terjadi di lingkungan pendidikan, hal itu dinilai sebagai peringatan serius bagi dunia pendidikan.

banner 336x280

“Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Bullying dan kekerasan fisik dapat merusak mental, psikologis, bahkan masa depan anak. Apalagi jika korban sampai mengalami trauma dan harus menjalani pemulihan psikologis,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/5/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya tanggung jawab moral pihak sekolah dalam memberikan perlindungan terhadap peserta didik. Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memberikan sanksi administratif, tetapi juga harus memastikan adanya pemulihan terhadap korban serta evaluasi serius terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah.

“Sekolah jangan hanya fokus menjaga nama baik lembaga, tetapi juga harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan anak didik. Anak adalah amanah yang wajib dilindungi,” tegasnya.

Dalam pandangan Islam, lanjut Ustadz Asep, tindakan merendahkan, menyakiti, hingga melakukan intimidasi terhadap sesama merupakan perbuatan yang dilarang. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 yang melarang sikap saling merendahkan dan menghina sesama manusia.

“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa seorang Muslim wajib menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak menyakiti orang lain.

Ustadz Asep turut mengimbau para orang tua agar lebih aktif memperhatikan kondisi psikologis anak setelah pulang sekolah serta membangun komunikasi yang baik agar anak tidak takut bercerita ketika mengalami tekanan maupun tindakan bullying.

“Kadang anak memilih diam karena takut atau malu. Di sinilah pentingnya perhatian orang tua dan guru agar anak merasa aman untuk bercerita,” katanya.

Ia berharap kasus dugaan bullying di Permata Insani Islamic School dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh lembaga pendidikan agar memperkuat pengawasan, pendidikan karakter, dan perlindungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *