oleh

Ono Surono Kunjungi Warga Indramayu, Salurkan Bantuan Korban Longsor Tambang Gunung Kuda

banner 468x60

FaktaHukumNews, Indramayu – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban longsor di area tambang batu alam Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Peristiwa tragis yang terjadi beberapa hari lalu menewaskan puluhan orang, termasuk dua warga asal Indramayu.

banner 336x280

Menanggapi kejadian tersebut, politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, melakukan kunjungan langsung ke kediaman para korban pada Rabu, (4/6/2025) kemarin.

Kunjungan tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan moril dan sekaligus menyalurkan bantuan yang telah dihimpun dari kader legislatif di DPRD Jabar.

Kedua korban asal Indramayu yang meninggal dunia, Jamaludin (49) dan Wastoni Hamzah (25), diketahui merupakan supir dan kernet pengangkut batu. Menurut keluarga, biasanya mereka tidak bekerja pada hari Jumat. Namun pada hari kejadian, keduanya tetap berangkat karena ada pesanan.

“Atas peristiwa tersebut, kita dari PDIP, bergotong-royong mengumpulkan bantuan dari para kader legislatif di DPRD Jawa Barat. Alhamdulillah terkumpul 100 juta rupiah,” ucap Ono Surono saat memberikan keterangan.

Dana bantuan tersebut, lanjut Ono, akan didistribusikan kepada seluruh korban terdampak, termasuk 21 korban yang telah ditemukan dan lima orang yang masih dalam pencarian, serta 11 korban luka-luka.

“Walaupun bantuan tersebut tidak seberapa besarnya, semoga bisa bermanfaat dan bisa meringankan keluarga korban. Dan kita memastikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang kemarin juga sudah disampaikan,” ungkapnya.

Ono juga menyampaikan bahwa keluarga almarhum Jamaludin akan menerima bantuan sebesar Rp25 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proses administrasi tengah berlangsung, termasuk pembuatan rekening khusus penerima.

“Saya pastikan dan ingin memastikan bahwa bantuan dari pemerintah itu bisa benar-benar diterima dengan baik oleh keluarga korban dan dipastikan juga anak korban mendapatkan beasiswa,” terangnya.

Menutup pernyataannya, Ono menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penutupan permanen tambang batu alam tersebut.

Menurutnya, hasil audit lingkungan dan pertimbangan keselamatan menunjukkan area tambang itu sudah tidak layak untuk beroperasi.

“Karena dari berbagai macam aspek dan audit lingkungan itu sudah tidak layak, apalagi lagi aspek keamanan dan keselamatan,” tegasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *