oleh

Pemkab Klungkung Rencanakan Pengembangan PAUD Holistik Integratif

banner 468x60

FAKTAHUKUMNEWS, Klungkung – Kunjungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Abdul Kahar, http://M.Pd., bersama tim di Klungkung disambut Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Drs. I Ketut Sujana, http://M.Pd., didampingi Kabid Pembinaan Pendidikan Usia Dini (PAUD) Dewa Made Oka Asmara dan Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Klungkung Ni Made Kari Sedani di Warung Laco, Klungkung, Selasa (29/09/2026) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Abdul Kahar mengatakan, pihaknya sengaja datang ke beberapa kabupaten/kota untuk melihat langsung perkembangan penyelenggaraan pengembangan anak usia dini holistik integratif.

banner 336x280

Ia menyadari bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya salah satu gugus yang memiliki tanggung jawab terkait pengembangan anak usia dini.

“Jadi kenapa kami berkunjung langsung ke Klungkung karena di sini ada beberapa lembaga lintas sektoral, ada sekitar 11 kementerian. Namun kami salah satunya khusus untuk menangani anak usia 5-6 tahun yang ada di satuan pendidikan kami, yaitu TK,” papar Abdul Kahar.

Menurutnya, kunjungan ini bertujuan untuk mengawal program agar dapat melihat secara langsung apa yang menjadi persoalan di lapangan. Kabupaten Klungkung dipilih karena secara data nasional menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

“Kalau nasional 97 persen itu swasta, tapi di Klungkung mencapai 47 persen adalah dari negeri, dan ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, dari 8 indikator PAUD di Klungkung juga dinilai luar biasa dan melebihi rata-rata nasional. Rata-rata nasional baru 73 persen pemenuhan 6 indikator minimal.

“Kami mendorong agar kolaborasi seperti ini bisa terwujud. Kalau Bunda PAUD-nya aktif semuanya, tentu SKPD bisa didorong untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pola ini,” jelas Abdul Kahar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Drs. I Ketut Sujana, http://M.Pd., mengatakan kunjungan tersebut menjadi vitamin dan penyemangat bagi Kabupaten Klungkung untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang lebih baik, khususnya dalam pengembangan anak usia dini holistik integratif.

“Sehingga ada Pokja, kelompok kerja yang nanti dimotori oleh Bappeda untuk mengeksekusi berbagai indikator tadi. Ada yang PUPR, ada yang Dukcapil, ada yang Kesehatan, ada Posyandu, karena perkembangan anak usia dini ini kan integratif, tidak hanya di pendidikan saja, tetapi juga kesehatan, jadi harus kolaboratif karena ini program nasional,” ungkap Kadisdik Klungkung.

Menurutnya, seluruh tim harus berkolaborasi untuk memenuhi berbagai indikator dan pentingnya komunikasi serta monitoring bersama. Tidak boleh bekerja sendiri-sendiri.

“Pokja yang dibentuk Bupati Klungkung itu adalah untuk bersama-sama mengeksekusi. Dari pusat, Kementerian, Bunda PAUD memiliki peran yang sentral untuk kegiatan yang patut dicermati oleh semua, termasuk aktivitas pendanaan dan tentu komitmen semua pihak,” katanya.

Ia menambahkan, pencapaian indikator PAUD di Klungkung terus berkembang.

“Ini sebenarnya berkembang terus. Masalah indikator yang sampai 100 sudah ada yang aman, kita ada yang 94 nanti kita akan percepat. Terkecil 67, jadi ada lagi 23 persen beberapa sekolah atau satuan pendidikan yang barangkali kita motivasi dan kita dampingi. Kalau tidak didampingi kan dia juga tidak bisa. Ada proses pendampingan dan penguatan,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed