oleh

Lansia di Pamulang Meninggal Usai Mengantre Gas LPG

banner 468x60

Tangerang Selatan, faktahukumnews-Seorang pria lanjut usia bernama Yonih (62) meninggal dunia setelah mengantre gas LPG 3 kg di sebuah pangkalan di Jalan Beringin I, Pamulang Barat, Tangerang Selatan. Yonih sempat mengalami kelelahan setelah mengantre lebih dari satu jam sebelum akhirnya jatuh sakit dan menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. senin (03/02/2025)

Menurut keterangan keluarganya, Yonih harus bolak-balik ke pangkalan karena pada awalnya ia tidak membawa KTP sebagai syarat pembelian. Setelah kembali dengan membawa identitas, ia tetap harus mengantre cukup lama bersama warga lainnya.

banner 336x280

“Pagi-pagi dia sudah berangkat bawa dua tabung gas kosong, tapi disuruh pulang dulu karena harus pakai KTP. Setelah itu, dia balik lagi ke pangkalan,” ujar adiknya, Rohaya.

Yonih akhirnya mendapatkan gas LPG yang dibutuhkannya sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, setelah itu, tubuhnya tampak lemah. Para tetangga yang melihat kondisinya menyarankan agar ia beristirahat sejenak sebelum pulang.

Melihat kondisi Yonih yang semakin memburuk, menantunya datang menjemput dan membawanya pulang. Namun, sesampainya di rumah, ia tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Sampai rumah dia sudah lemas, saya ajak bicara sudah tidak merespons. Pas dibawa ke rumah sakit, dokter bilang sudah meninggal,” kata Rohaya dengan suara bergetar.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga mengenai sistem distribusi gas LPG subsidi yang masih menimbulkan antrean panjang, bahkan bagi kelompok rentan seperti lansia. Warga berharap ada solusi lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *