FAKTAHUKUMNEWS, Indramayu – Pembekalan wawasan dan ilmu dalam pelaksanaan manasik haji dan umroh kepada para calon jamaah haji pekan ke-6 oleh H. Muslim bertempat di KBIHU AL-Ghozali Bina Mabrur eks Kawedanan Karangampel, Indramayu. Minggu, (26/10/2025).
Dalam materinya H. Muslim, menyampaikan bahwa yang terberat dari haji itu adalah menjaga ihram sesungguhnya. Karena terdapat larangan yang harus dipatuhi saat menggunakan ihram.
“Namun, jika ihram kita kena najis itu tidak membatalkan haji dan tidak perlu diganti, kecuali kalau untuk melakukan sholat maka wajib diganti,” terang H. Muslim.
“Kalau sudah di Arafah, insya Allah dosa kita sudah tidak ada lagi,” imbuhnya.
Menurut Pemateri KBIHU AL-Ghozali Bina Mabrur eks Kawedanan Karangampel H.Muslim, kita sebagai seorang Muslim harus meyakini akan hal itu dan untuk mencapainya tentu harus ada ikhtiar maksimal.
“Wukuf di Arafah waktunya enam jam, namun bagi orang yang ingin berzikir, bertasbih kepada Allah, enam jam itu dirasa kurang,” jelasnya.
“Haji itu mulai dari wukuf, berdiam dan berdo’a, berdzikir kepada Allah SWT, silahkan berdo’a apa saja, dapat menggunakan bahasa apa saja, Allah mengerti semua bahasa yang kita gunakan,” terang H. Muslim.
Dalam uraiannya, H. Muslim mengingatkan pada jamaah saat pelaksanaan wukuf supaya lebih khusu, sebisa mungkin matikan handphone (HP)_nya, tidak mengambil gambar, serta tidak video call agar lebih fokus beribadah.
“Waktu wukuf itu sangat terbatas lebih kurang enam jam saja dari waktu dzuhur sampai terbenam matahari dan haji substansinya ada disitu,” terangnya lugas.
“Kadang-kadang Allah akan memperlihatkan kepribadian kita yang disembunyikan selama ini. Kalau ada diantara teman kita saat wukuf bertengkar, cekcok suami istri tak perlu dirisaukan, itu adalah ujian dari Allah. Kita fokus saja dalam berdo’a mohon ampun kepada Allah,” ungkapnya.
Masih dikesempatan tersebut, H. Muslim sekaku pemateri KBIHU AL-Ghozali Bina Mabrur juga menambahkan wawasan perihal kualitas haji baik Qiron, Tamattu’ dan Ifrod semua adalah sama. Tidak ada yang lebih mulia dan semuanya bagus.
Uraian lengkapnya bahwa, Haji Qiron dilakukan dengan menyatukan niat ibadah haji dan ibadah umrah secara bersamaan, untuk haji Tamattu’ dilakukan dengan mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu, kemudian ibadah haji.
Sedangkan haji Ifrod mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu, baru ibadah umrah. Meskipun berbeda-beda, namun rukun yang dikerjakan tetap sama.
“Insya Allah semua sama kualitasnya. Tidak ada yang lebih mulia dan lebih bagus. hanya saja kualitas keseharian kita, haji Qiron dan Ifrod jauh lebih bagus. Karena haji itu yang terberat adalah menjaga Ihram,” pungkasnya.












Komentar