FAKTAHUKUMNEWS, Denpasar – Kodam IX/Udayana menerima kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsekal Madya TNI Muzafar, http://S.Sos., M.M., beserta rombongan pejabat Kodiklat TNI dan Danpuslat TNI.
Kunjungan ini dalam rangka pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Bencana Alam Tahun 2026 yang dipusatkan di wilayah Bali dan Jawa Timur.
Kedatangan Pangkogabwilhan II di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1 Denpasar, Selasa (4/8/2026), disambut langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana.
Latihan Kesiapsiagaan Operasi yang diselenggarakan Kodiklat TNI berlangsung pada 3 hingga 9 Agustus 2026. Makodam IX/Udayana ditetapkan sebagai Latihan Markas (Latmako), sementara latihan lapangan dilaksanakan di kawasan Pantai Mertasari Sanur dan Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
Dalam Taklimat Awal yang dibacakan Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., http://M.Sc. mewakili Panglima TNI, ditegaskan bahwa latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dalam menghadapi kontinjensi bencana alam melalui operasi gabungan.
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait secara terpadu.
Latihan ini melibatkan kekuatan besar dari tiga matra TNI.
Dari TNI AD: Kodam V/Brawijaya, Kodam IX/Udayana beserta Korem 161/Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti, Korem 163/Wira Satya, satuan tempur, bantuan tempur, bantuan administrasi, serta Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Dari TNI AL: Koarmada II, Kodiklatal, Lanal Denpasar, dan Lanal Banyuwangi.
Dari TNI AU: Koopsud, Kodiklatau, Lanud I Gusti Ngurah Rai, Lanud Abdulrachman Saleh, Lanud Muljono, serta Kopasgat.
Selain TNI, latihan juga melibatkan Polda beserta jajaran, Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan. Ini merupakan bentuk sinergi nasional dalam menghadapi bencana.
Dalam taklimatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa Kogabwilhan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam, penanganan pengungsi, pemberian bantuan kemanusiaan, serta mendukung stabilitas wilayah.
Konsep operasi yang diterapkan adalah operasi gabungan terpadu dengan mengerahkan seluruh kemampuan personel dan materiil di bawah kendali Kogabwilhan II. Tujuannya agar respons terhadap skenario bencana di Bali dan Jawa Timur dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Pada simulasi Latihan Markas, Pangkogabwilhan II menerima direktif dari Panglima TNI yang kemudian ditindaklanjuti dengan perintah kepada Pangdam IX/Udayana selaku Pangkogasgabpad untuk menyusun Petunjuk Perencanaan (Jukcan) dan Perintah Peringatan. Selanjutnya Pangdam IX/Udayana memimpin briefing Analisa Tugas Pokok sebagai dasar penyusunan rencana operasi.
Simulasi dilaksanakan secara tatap muka dan video conference di Ruang Olah Yudha Pendam IX/Udayana, sementara rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan berlangsung di Aula Supardi Makodam IX/Udayana.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan, LKO ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan sistem komando, koordinasi, serta interoperabilitas antarinstansi dalam situasi darurat.
“Melalui latihan ini, Kodam IX/Udayana bersama seluruh komponen terus memperkuat sinergi dan meningkatkan kemampuan respons. Harapannya, apabila terjadi bencana sesungguhnya, seluruh kekuatan dapat bergerak cepat, terpadu, dan efektif guna melindungi masyarakat serta meminimalkan dampak,” ujar Kapendam.
Pelaksanaan LKO Bencana Alam Tahun 2026 diharapkan semakin memperkokoh kesiapan operasional TNI bersama seluruh pemangku kepentingan. Sekaligus mempertegas komitmen TNI untuk senantiasa hadir membantu masyarakat melalui OMSP secara profesional, responsif, dan terpadu.












Komentar