Tangerang-fatahukumnews.com-Mustofa Ali, S.H., M.H., Ketua Ormas Badak Banten Kota Tangerang sekaligus aktivis hukum dan kemasyarakatan, menyampaikan pernyataan tegas terkait peran organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga kemasyarakatan dalam menjalankan fungsi sosial kontrol. Ia mengingatkan bahwa tugas utama ormas adalah membantu pemerintah memperbaiki tata kelola dan melindungi kepentingan masyarakat, bukan menjadi alat kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Ormas didirikan untuk kepentingan bersama, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau menunjukkan arogansi kekuasaan. Jika ada tata kelola yang salah di lapangan, tugas kita adalah mengkritisi dan memberikan solusi, bukan malah menambah kerusakan,” tegas Mustofa Ali dalam keterangannya kepada media, Sabtu (18/1/2025).
Menurutnya, banyak ormas atau lembaga kemasyarakatan yang melenceng dari tujuan awal pendirian mereka. Alih-alih menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat, sebagian justru bersikap arogan, memaksakan kehendak, bahkan memanfaatkan organisasi untuk keuntungan pribadi.
Pentingnya Pemahaman Fungsi Ormas
Mustofa menekankan bahwa ormas memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat. Fungsi mereka bukan hanya sebagai alat kontrol sosial, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Kalau ada ormas yang hanya mencari keuntungan, mengintimidasi, atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, mereka sudah gagal menjalankan fungsi utama organisasi. Hal ini harus diubah, atau masyarakat sendiri yang akan menilai dan menolak keberadaan mereka,” ujarnya dengan lantang.
Hentikan Arogansi, Utamakan Kepentingan Bersama
Pernyataan keras ini juga menjadi peringatan bagi ormas-ormas yang kerap menunjukkan sikap arogan dalam menjalankan aktivitasnya. Mustofa menegaskan, ormas yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat akan kehilangan kepercayaan publik.
“Organisasi yang arogan hanya akan menciptakan konflik baru dan merusak citra ormas secara keseluruhan. Jika ada yang seperti itu, mereka bukan bagian dari solusi, melainkan masalah itu sendiri,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap keberadaan ormas di sekitar mereka. Ormas yang benar-benar peduli pada rakyat akan terlihat dari tindakan nyata, bukan sekadar retorika atau kekuasaan semu.
Pesan untuk Masa Depan
Mustofa menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh ormas dan lembaga kemasyarakatan untuk kembali ke jalur yang benar, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
“Jangan pernah lupa, ormas adalah alat perjuangan, bukan alat kepentingan pribadi. Jika kita tidak bisa menjalankan fungsi itu dengan benar, maka kita tidak layak menyebut diri sebagai pembela masyarakat,” pungkasnya.
Rilis ini diharapkan mampu membuka mata banyak pihak dan menyadarkan bahwa arogansi dalam tubuh ormas hanya akan menjadi penghancur kepercayaan masyarakat. Saatnya berubah demi kepentingan bersama!

















Komentar