Semarang – faktahukumnews.com – Seorang siswi dari SMK N 10 Semarang berinisial SL (17) tewas tertabrak kereta api di perlintasan palang kereta Kokrosono, Semarang Utara. Siswi yang hendak perjalanan pulang sekolah menerobos palang pintu kereta api yang sudah tertutup.
sekitar pukul 17.00 WIB tepatnya berada di rel palang kereta Kokrosono, Kecamatan Semarang Utara, sejumlah warga masih berada di lokasi kejadian. Beberapa orang sekitar dan beberapa siswa SMKN 10 Semarang berkerumun menyaksikan proses evakuasi jenazah berinisial SL (17).
Sepeda motor korban, Honda Scoopy terlihat berada di lokasi dalam kondisi rusak parah.
menurut penuturan dari salah satu warga sekitar lokasi mengatakan, korban berkendara sepeda motor bersama dua orang temannya semua perempuan melaju dari arah utara, korban membawa motor sendirian dan dua temannya berboncengan. korban menerobos palang pintu kereta yang sudah tertutup.
teman korban menyaksikan langsung kejadian saat korban tertabrak kereta, mereka langsung syok dan menangis.
selang setelah kejadian teman- teman sekolah mendapat kabar melalui komunikasi ponsel langsung mendatangi lokasi kejadian yang tak jauh dari SMK N 10 Semarang.
Menurut penjaga perlintasan rel bernama Lesmana, korban tertabrak Kereta Api Harina (100) relasi Bandung-Surabaya yang melaju dari arah barat menuju Stasiun Tawang Bank Jateng.
“Palang kereta sudah dalam posisi tertutup, namun dia nekat menerobos. Teman-temannya di belakangnya tidak ikut menerobos,” kata Lesmana. Ia juga mengatakan, masinis KA Harina (100) juga membunyikan seruling lokomotif secara berulang sebelum melewati perlintasan tersebut.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan peristiwa tersebut terjadi di perlintasan sebidang yang terjaga pada kilometer 1+4/5, di petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol sekitar pukul 16.13 WIB.
Tim Pengamanan KAI Daop 4 Semarang telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan korban saat ini telah ditangani oleh Laka Lantas Polrestabes Semarang lalu jenazah korban dievakuasi ke RS DR. Kariadi Semarang.












Komentar